Kamis, 25 April 2013

Ridho nya Allah SWT adalah ridhonya orang tua "birrul walidain"

Ridho nya Allah SWT adalah ridhonya orang tua "birrul walidain"

Ass Wr Wb
semalam materi pengajian yang dibahas di tempat pengajian ku adalah ridhonya orang tua, dari temanya saja sudah terdengar menarik, saya akan berbagi sedikit tentang ridhonya orang tua kepada para pembaca mudah-mudahan tulisan ini dapat menjadi sebuah cerminan bagi kita semua termaksuk saya ,Amin ... ridhonya Allah SWT adalah ridhonya orang tua ,"Ridho Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)

pernah ada sahabat Rosulullah SAW datang dan bertanya kepada Rosulullah "ya Muhammad SAW siapakah orang yang pertama kali kita hormati ,lalu Rosulullah pun menjawab "Ibumu" dan siapa selanjutnya ya rosulullah ,beliau menjawab dengan jawaban yang sama "Ibumu" dan siapa lagi ya rosul ,"Ibumu" tiga kali rosulullah menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang sama pula. begitu mulianya seorang ibu. bagi teman-teman yang ingin mendapatkan ridhonya Allah SWT dalam menjalankan sesuatu atau meniatkan sesuatu ,yang mempunyai keinginan maka minta lah sebelumnya kepada Ibu, insya Allah jika Ibu meridhoi Allah SWT pun akan meridhoi nya, AMIN..karna doa ibu insya allah akan tembus sampai ke langit tanpa batas ,Allah SWT akan memberi Ridho jika orang tua memberi ridho.
bagi laki-laki itu akan terus berlangsung sampai akhir hayat berbakti kepada orang tua. namun bagi perempuan jika masih lajang wajib berbakti kepada orang tua namun jika setelah berkeluarga maka wajib bagi perempuan berbakti kepada suami ,bukan berarti bagi perempuan melupakan orang tua tetap harus berbakti kepada orang tua tapi suamilah yang utama suamilah yang menjadi kiblat bagi perempuan.

pernah rusolullah SAW di tanya oleh fatimah "ya rosulullah siapakah perempuan pertama yang akan memasuki surga ,apakah siti khodijah, rosulullah menjawab " bukan ,cari lah orang yang bernama Mutiah" lalu fatimah pun bertanya - tanya siapa itu mutiah,lalu siti fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama mutiah tsb lalu datang lah siti fatimah menuju ke rumah wanita tsb , siti fatimah pun mengetuk pintu dan di jawab oleh Mutiah, siti fatimah ingin masuk kedalam ingin mengetauhi ada apa di dalam rumahnya,namun dilarang oleh Mutiah karna ia belum meminta izin kepada suaminya bahwa ada putri rosulullah yang ingin berkunjung ke rumahnya, Mutiah berkata "wahai fatimah maaf saya tidak bisa mengijinkan kamu masuk karna aku belum meminta izin kpd suami ku" lalu siti fatimah pun pulang ,di kesokan harinya siti fatimah datang lagi bersma putranya hasan ,dan kedatangan yang kedua mutiah pun menolak siti fatimah yang ingin masuk ke dalam rumahnya karna ia belum memberi tahu kepada suaminya jika siti fatimah bersama anaknya ingin berkunjung kerumah ,dan mutiahpun berkata" saya akan meminta izin kepada suami terlebih dahulu jika kau dan hasan ingin berkunjung kerumah" dan siti fatimah pun kembali dengan tangan hampa, di hari ketiga kini siti fatimah datang bersama dua putranya hasan dan husein namaun seperti yang kedua mutiah menolak membawa siti fatimah masuk kedalam rumanya di karnakan kini siti fatimah membawa husein dan ia harus meminta izin kepada suaminya terlebih dahulu bahwa siti fatimah bersama kedua anaknya ingin berkunjung kerumah, dan di hari yang ke empat barulah siti fatimah di persilahkan masuk oleh mutiah dan di jamunya dengan makanan dan minuman yang terhidang di meja namun siti fatimah terkejut karna di samping makanan di meja ada sebuah cemeti lalau siti fatimah bertanya kepada Mutiah ,"untuk apa cambuk ini mutiah" dan mutiah menjawab "ini untuk suamiku ,jika saja aku berbuat salah maka akan aku persilahkan suami ku untuk mencambuk diriku" dan siti fatimah pun terkejut dan barulah siti fatimah mengerti ternyata ia adalah orang yang taat kepada suami.
Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)
Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)
Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)

dari cerita itulah dapat diambil kesimpulan bahwa bagi wanita yang sudah menikan wajib berbakti kepada suami ,dan suami lah yang menjadi kiblat bagi perempuan barulah setelah itu oranga tua. berbeda dengan laki-laki ia tetap harus berbakti kepada orang tua sampai kapanpun.

itulah yang dapat saya sampaikan dari apa yang dapat dalam pengajian semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua amin,mohon maaf jika ada salah dalam tulisan, wasalamualaikum Wr Wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar